Memang masyarakat kebanyakan merasa jijik dan hina ketika mendengar kata lokalisasi, anggapan mereka itu hanyalah tempat kotor yang dihuni oleh orang-orang kotor juga, dan memang benar itulah lokalisasi.yang ada hanyalah psk, germo, musik, dan juga alhohol. Jauh dari tempat yang “menjijikan” itu apabila kita mau lebih mengenal mereka ternyata mereka sama dengan kita, mereka juga makan nasi, punya harapan namun cara mereka memenuhi itulah yang membuat mereka seperti “berbeda” dengan kita, yang membuat mereka menjadi kaum minorotas namun kehadirannya tetap dibutuhkan. Tak ada seorangpun yang ingin menjadi seperti itu, mereka seperti itu tak ada alasan lain selain untuk memenuhi kebutuh an hidup mereka dan juga para anak-anaknya (bagi yang mempunyai anak), mereka rela menjual diri demi sesuap nasi dan menyekolahkan anaknya agar kelak mereka dapat hidup lebih layak, tidak seperti orang tuanya. Karena dengan pendidikan mereka yakin kehidupan putra putinya kelak akan lebih baik....
catatan prbibadi, sharing masalah, dan curahan isi hati