Memang masyarakat kebanyakan merasa jijik dan hina ketika mendengar kata lokalisasi, anggapan mereka itu hanyalah tempat kotor yang dihuni oleh orang-orang kotor juga, dan memang benar itulah lokalisasi.yang ada hanyalah psk, germo, musik, dan juga alhohol. Jauh dari tempat yang “menjijikan” itu apabila kita mau lebih mengenal mereka ternyata mereka sama dengan kita, mereka juga makan nasi, punya harapan namun cara mereka memenuhi itulah yang membuat mereka seperti “berbeda” dengan kita, yang membuat mereka menjadi kaum minorotas namun kehadirannya tetap dibutuhkan. Tak ada seorangpun yang ingin menjadi seperti itu, mereka seperti itu tak ada alasan lain selain untuk memenuhi kebutuh an hidup mereka dan juga para anak-anaknya (bagi yang mempunyai anak), mereka rela menjual diri demi sesuap nasi dan menyekolahkan anaknya agar kelak mereka dapat hidup lebih layak, tidak seperti orang tuanya. Karena dengan pendidikan mereka yakin kehidupan putra putinya kelak akan lebih baik....
Alkisah ada seorang cewek yang mana karir dan pekerjaannya uda melampaui teman-teman sebanyanya, namun ada satu masalah yang tetap menjadi permasalahan yang dia sampai saaat ini belum bisa menyelesaikannya, apa lagi kalo bukan masalah cinta, ya masalah klasik yang yaitu sulit jodoh, memang sih jodoh ada ditangan tuhan tapi namanya usia itu semakin lama semakin bertambah dan apalagi kalau cewek, waduh lumayan bisa jadi beban pikiran, nah disini saya mencoba melihat dari sudut yang lain adapun masalahnya diantaranya sebagai berikut. Terlalu fokus pada pekerjaan Memang kalau hanya dengan bekerja kita bisa memperbaik kehidupan kita dari yang namnaya no have menjadi have, namun pada kasus-kasus tertentu mereka yang terlalu focus pada pekerjaan serungkali melupakan apa itu cinta, karena cintanya pada oekerjaan itu sendiri, waduh kalo urusan kerjaan memang ga ada habisnya deh menurutku. Jual nya kemahalan (jual mahal tingkat dewa) Banyak diantara mereka yang mana kesulitan jodo...